Wisata Lumpur Lapindo

Kepula asap lumpur lapindo
Patung peringatan 8 tahun lumpur Lapindo Doc. Pribadi

Masa liburan telah tiba, Sidoarjo kotaku mulai terimbas kemacetannya. Sidoarjo sekarang lebih dikenal karena lumpur Lapindo.Sejak musibah Lapindo tahun 2006 hingga sekarang, luapan lumpur Lapindo masih belum teratasi. Semburan Lapindo telah menenggelamkan 16 desa dan 3 kecamatan. Banyak para pekerja Pabrik yang mejadi pengangguran dan sawah mereka juga hilang. Para penduduk yang terkena dampak lumpur Lapind ini akhirnya beralih menjadi tukang ojek, menjadi pengantar wisatawan dan sebagian menjajakan VCD untuk menyambung kehidupannya.

Saat tiba musim liburan sekarang ini, banyak wisatawan yang ingin menuju ke Malang menyempatkan mampir ke lumpur Lapindo. LokasiLumpur Lapindo yang sangat strategis dekat dengan jalan raya arah Sidoarjo-Malang, membuat  lumpur Lapindo menjadi jujukan wisata pula.

Diriku setiap kedatangan saudara pasti menyempatkan diri ke lumpur lapindo ini. Hari ni nderekke Ibu mertua ke lumpur Lapindo dengan berboncengan motor, sepanjang jalan kami melepas tawa. Ibu dengan ceria cerita masa mudanya dulu yang bisa membuatku tertawa. Katanya dulunya beliau juga suka naik motor seperti diriku, malah vespa juga bisa dikendarainya.Tapi kok ya sekarang mau naik motor lagi katanya sudah nggak berani, nanti kalau aku naik motor njur dibilang "Neli kurang gawean". :)
Aku hanya bisa tersenyum mendengar candaan Ibu mertua. Serasa tak ada sekat antara mertua dan menantu, kami saling meledek dan bercanda bersama di atas motor.Kebahagiaanku apabila bisa melihat seulas senyuman lepas dari beliau, dan mendengarkan cerita-cerita masa lalunya. Tak terasa kami sudah sampai ke lokasi tanggul lumpur Lapindo. Ketika melihat itu, Ibu langsung berkomentar, "Njur itu penghuninya tinggal dimana dan kerjanya apa?Aduuh sejarah keluarga hilang la'an."
Yup Ibu memang gampang trenyuh dan simpati.
Foto dengan Ibu di depan monumen peringatan Lapindo

Akhirya aku parkir motorku, setelah membayar Rp 10.000,00. Saya pun bisa mengelilingi Lapindo dengan motor. Berhubung hari sudah cukup siang, saya putuskan hanya di tempat patung peringatan 8 tahun melubernya lumpur Lapindo. Foto-foto sebentar dan ngobrol dengan kumpulan tukang ojek dan penjaja VCD lapindo.
Rumah mereka dan mata pencahariannya habis terkena imbas lumpur.   Daripada mengeluh dan hidup  harus terus berjalan maka meeka menjadi buruh serabutan dan mencoba mengais rejeki lewat wisata lumpur lapindo ini. ketikasaya tanya apa mereka tak takut jika sewaktu-waktu  lumpur banjir kembali dan anah yang dipijak menjadi becek. Katanya demi sesuap nasi apapun dijalani asal halal dan anak istri bisa makan.
Kemarin lewa Siring sini

Bulan Mei yang lalu patung-patung didirikan di bekas desa jatirejo masih egak gagah berdiri, namn sekarang sudah tenggelam tinggal separo bahkan ada yang tinggal kelihatan kepalanya saja,Lumpur belum bisa berhenti, smoga semua mendapat hikmah di balik musibah semua ini.
Kepulan asap dari sumber lumpur Lapindo




Hmm...liburan ini banyak rombongan yang mampir ke wisata Lumpur lapindo, otomatis penghasilan mereka pun juga cukup lumayan. Saat kutengok, kebanyakan mobil yang parkir berplat luar kota Sidodarjo semua.



Previous
Next Post »

9 comments

Click here for comments
31 December 2014 at 11:57 ×

belum pernah kesini aku mbak, pengen banget kesini

Reply
avatar
Tatit
admin
31 December 2014 at 12:16 ×

yen mau ke sini mampir o rumah. cukup dekat kok mbak. ayo ke sana futu2.mumpung si patung belum tenggelam

Reply
avatar
Bunda Ayunin
admin
31 December 2014 at 12:41 ×

Ih.. kok dibangun patung2 ya Mbak, bukannya tambah serem aja ya

Reply
avatar
Tatit
admin
31 December 2014 at 12:48 ×

Itu didirkan Patung pada gl 26 Mei 2014.untuk memperingati 8 tahun melubernya Lapindo. si patung memawa barang2 warga yg pernah kena korban labgsung lumpur :)

Reply
avatar
HM Zwan
admin
31 December 2014 at 14:38 ×

terakhir foto2 di LL tahun 2011..belum ada patungnya

Reply
avatar
HM Zwan
admin
31 December 2014 at 14:38 ×

ketinggalan,salam kenal mak^^

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
1 January 2015 at 09:11 ×

Ironis ya, Mbak.. Harta benda mereka ilang gitu aja. Untuk menyambung hidup, terpaksa kerja serabutan.. :(

Reply
avatar
Lavender Art
admin
1 January 2015 at 17:22 ×

Belum pernah mampir mbak...tp sering nglewati klo mau ke malang.. ternyata ada patung-patung jg ya...

Reply
avatar
Tatit
admin
3 January 2015 at 08:54 ×

Salam kenal kembali mak .salim cipika cipiki

Reply
avatar