Gejala Dan Penanganan Diare

Musim pancaroba seperti sekarang ini jika badan kurang fit akan cepat terserang flu atau radang tenggorokan, selain itu juga mudah terkena diare.Diare merupakan salah satu penyakit dimana penderita merasakan ingin buang air besar terus menerus dan fesesnya cair. Bisa dikatakan diare jika buang air besarnya cair terkadang hanya kita kentut dan tahu - tahu terasa basah. Jika sudah merasa seperti ini perut rasanya melilit.

Baru-baru ini anak saya, Lantip juga terkena diare, padahal malam kami masih tertawa dan belajar bersama menulis huruf Jawa. Dan rencananya keesokan harinya mau datang di ULTAH-nya Yang Adjin di Surabaya.Tak tahunya menjelang Subuh perut Lantip terasa melilit dan buang air besar beberapa kali. Sampai fesesnya hanya berupa cairan. Saya pun memberikan pertolongan pertama dengan memberinya teh pahit hangat. Lalu saya pun browsing di internet tentang gejala dan pencegahan diare,
Gejala Diare :
- Perut terasa sakit dan melilit
- BAB agak cair dan berulang kali
Kalau diare biasanya mulut terasa pahit, dan badan jadi lesu dan lemas. Bibir kering dan pecah-pecah karena kurang minum.

Pertolongan pertama untuk menangani diare bisa menggunakan oralit, untukmencegah dehidrasi.Atau bisa juga diminumkan teh pahit. Kalau menurut Ibuku, dapat diberikan pucuk daun jambu biji.Dikunyah saja. (Tapi anakku saat kuberi ini menolak karena justru rasanya mau muntah. Akhirnya hanya kuberi teh pahit dan oralit)
Diare bisa disebabkan karena salah mengonsumsi makanan, atau karena kurang terjaganya kebersihan .Lantip kemarin sakit diare aku rasa karena salah makan atau jajan sembarangan di sekolah. Biasanya sarapan saat itu karena terburu-buru lupa nggak sarapan dan di sekolah jajan susu kotak. Kondisinya pun kurang fit karena kurang tidur.Kalau kurang tidur, perut Lantip terasa kembung.

Untung saat diare badan Lantip tak demam dan masih mau makan serta minum. Tapi menjelang hari kedua tetap saja diare belum berkurang walau sudah aku berikan oralit dan teh hangat. Akhirnya setelah dirayu Lantip mau juga ke dokter, di hari kedua.

Selama dia diare, setiap habis pub. Toilet yang diguankan selalu aku bersihkan dengan pembersih closet . Dan saya suruh dia selalu mencuci tangan dengan sabun setelah cebok. Dan saya beri makan yang halus bubur ayam. Kalau bosan ya nasi yang agak lembek dengan kuah kaldu ayam. Walau masak sop tidak saya berikan sayuran untuk sementara waktu. Dan saya cegah makan yang pedas, susu, atau buah. Dan saya usahakan minum air putih yang banyak serta istirahat yang cukup.

Alhamdulillah, penanganan diare ini hanya 3 hari saja. Walau terpaksa tidak masuk sekolah dan ikut ujian susulan yang terpenting kondisinya sekarang sudah membaik .
Itu tadi sekdar sharing gejala dan penanganan di saat anak diare. Semoga bermanfaat.

Previous
Next Post »

7 comments

Click here for comments
Beby Rischka
admin
26 April 2015 at 01:03 ×

Aku biasanya langsung antisipasi minum oralit, Mbak..

Reply
avatar
mfrosiy
admin
26 April 2015 at 13:56 × This comment has been removed by the author.
avatar
mfrosiy
admin
26 April 2015 at 13:57 ×

Aku jugs, sama:D

Reply
avatar
27 April 2015 at 07:39 ×

Tips yang bermanfaat nih, terimakasih mba infonya

Reply
avatar
Ratna sari
admin
27 April 2015 at 14:13 × This comment has been removed by the author.
avatar
Ratna sari
admin
27 April 2015 at 14:15 × This comment has been removed by the author.
avatar
29 April 2015 at 13:33 ×

kalau dulu ada oralit ya

Reply
avatar