Menimba Ilmu Di Dee's Coaching Clinic Surabaya

Dee's Coaching Clinic

Sepertinya minggu kemarin adalah keberuntungan bagiku, bagai menerima durian runtuh, mendapat undangan untuk hadir di Dee's Coaching Clinic. Maka saya pun atur jadwal dengan si Bapak yang baru dinas luar kota Ambon. Alhamdulillah rejeki itu tak akan tertukar, si Bapak bisa pulang lebih awal dan menemani Lantip belajar buat Ujian Senin. Sebab anakku Lantip, kebiasaan kalau mau ujian kudu ditunggguin belajarnya, kalau nggak bisa nonton Televisi atau ketiduran. :)

Acara Dee's Coaching Clinic ini diselenggarakan oleh Penerbit Bentang Pustaka, diselenggarakan di gedung  Perpustakaan BI jl. Mayangkara 6 Surabaya.  Acara yang dijadwalkan jam 08.00 Pagi agak molor dikit, dan Mbak Dee pun minta maaf atas keterlambatan tersebut.
Acara ini diselenggarakan dalam  rangkaian promosi novel Gelombang dan cara kepenulisan secara simple. Dewi Lestari, menginginkan acara promosi sekalian belajar menulis. Nantinya ada simbiosis mutualisme antara Dee dan peserta. Dee menjaring pertanyaan dari peserta ( sebagai bahan buku berikutnya tentang cara menulis ) dan peserta pun mendapatkan jawaban langsung dari Dee.



Pesertanya kurang lebih 35 orang dari berbagai kota di daerah Jawa Timur. Para peserta merupakan pemenang review novel Gelombang, undangan dan rekomendasi dari teman.Ada satu peserta termuda  umurnya 11 tahun yaitu Hanun. Dia merupakan siswa homeschooling yang mempunyai minat untuk menulis novel fiksi science. Kebetulan guru menulisnya mas Lalu Abdul Fatah merekomendasikan untuk mengikuti acara ini.

Hanun peserta termuda
Acara pun dibuka, Dee mengeluarkan beberapa pertanyaan yang sudah dikirimkan oleh peserta sebelumnya. Pertanyaan ini untuk memetakan Dee , kesulitan apa yang dihadapi ketika menulis.
Satu pertanyaan dari Dheryl (dari Kediri) adalah apa sih berpikir kreatif itu.
Menurut Dee, berpikir kreatif adalah memperluas medan kesadaran kita. Untuk memperluas medan kesadaran kita dibutuhkan Observasi. (pesan Dee, jadilah pengamat yang baik) . Berpikir kreatif berati agar pengamatan kita lebih luas ----> expanding our awrdness
Hasil observasi ini bisa kita catet lalu jadikan celengan ide. Menulis adalah proses menggali ide sehingga kita bisa menemukan suara unik kita.

Sebagai seorang penulis, hambatan utama Dee adalah malas. Bagaimana mengatasi alter ego kita. Untuk mengatasi alter ego ini bikinlah Deadline. Dan disiplinlah dengan deadline serta konsistenlah untuk menulis. Paling tidak luangkan waktu 1-2 jam untuk menulis. Tulis apa saja jadikan yang abstrak menjadi konkret.

Ada 4 modal penulis:
1. Berpikir kreatif
2. Tekun berlatih
3. Tahu buku apa yang ingin ditulis.
4.Punya Deadline


Tekunlah berlatih, sebab menulis adalah "otot". Latihlah menulis dengan tempat yang kamu anggap nyaman dan mudah. Misalnya menulis diary, atau blog.

Tahu buku apa yang ingin ditulis, jika kita suka dengan buku romance komedi, bacalah buku itu.Lalu apa yang kita cari dari uku tersebut lalu galilah dari diri sendiri.
Dee menulis buku science fiksi karena dia mengibaratkannya "gatal yang tak  usai digaruk"
Dia gelisah setiap berkunjung ke perpustakaan atau toko buku, kecil sekali bahan bacaan yang mengandung science fiksi.Karena kegelisahan inilah dia menulis Supernova.

Deadline.Sebagai penulis kita sebaiknya bisa menentukan deadline ntuk mengatasi masalah mood dan males menulis.dan memotivasi kita agar menyelesaikan tulisan.

Lalu masalah Ide, ide bisa kita dapatkan darimana saja. Bagaimana kita menghadapi ide tersebut?Caranya personifikasikan ide. Anggaplah ide itu temanmu. Catet ide dan simpan lalu bikinlah deadline.
Fungsi kita membuat deadline untuk mengkonkritkan yang abstrak. Mulailah sesuatu dengan niat awal, lalu konkretkan.

Riset
Riset itu ada 4 sumber yang bisa digunakan:
1. Pustaka, buku dan film
2. Internet
3. Wawancara
4. Datan langsung

Ketika Dee menulis buku, kebanyakan setting yang dia tullis, pernah dia datangi dan dee melakukan wawancara dengan penduduk lokal.
Riset sebenarnya untuk memperkuat verisimilitude. Dee memberikan satu bocoran, agar kita memakai indra penciuman untuk mendeskripsikan sesuatu  ke dalam naskah. Karena buku di Indonesia masih jarang yang menggunakan deskripsi menggunakan indra penciuman, kebnayakan deskripsi secara visual.
Fungsi dari riset sebnarnya untuk menguatkan fiksi. Tulislah fiksi dengan sedikit fakta agar verisimilitude.

Bagaimana dengan penokohan?
Detil dalam penokohan boleh tapi kita harus tahu tujjuan apa. Jangan biarkan pembaca bosan dengan kedetilan tokoh kita. Dee lebih suka pembaca diberi ruang imajinasi. Imajinasi bisa didapat dari: suara bera dan wajah persegi
Sebab baginya narasi itu bikin lambat dan suara itu bikin cepat

Sampai disini kita pun coffee break dulu biar otak nggak tegang. Terutama otak tuaku yang loadingnya lama Hahahahaha :)
Struktur Cerita

Untuk membuat suatu naskah agar menarik bikinlah struktur cerita. Bikin strutur cerita ini dengan menuliskan beberapa adegan ke dalam 4 karton. I,IIa, IIb, III.
Buatlah simulasi adegan dengan menuliskan dalam note kecil, jadi ketika kita buntu kita bisa memindah-mindah adegan itu. dan bisa memikirkan sebaiknya gimana ya dan mau dibawa kemana adegan ini.
Simulasi Adegan I biasanya berisi perkenalan tokoh, dan pengenalan settin
II a------> Ketika si tokoh terlempar ke zona nyaman. Kemudian mulai konflik mulai memuncak tapi belum keluar dari zona nyaman.
IIb-------> Mulai terjadi konflik terbuka atau konflik memuncak
III -------> Menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Ketika cerita sudah mulai mandeg tetap saja tulis dan bikinlah dialog agar cerita berjalan.

Karakter
Buatlah karakter yang unik dan karakter pendukung yang kuat.Lalu buat juga character driven = karakter yang disetir, funsi dari karakter ini adalah ntuk membopong cerita istilahnya pemeran pembantu cerita.
Bagaimana Karakter Yang Baik?
Karakter yang baik adalah :
1. Karakter yang mempunyai kebiasaan/habit ( Seolah-olah pembaca juga pernah melakukan apa yang si tokoh perankan)
2. Punya keistimewaan. (agar pembaca mengidolakan si tokoh)
Tapi ingat buatlah karakter itu juga punya kelemahan.

Judul
Ketika membuat judul, dengarlah instuisi di kita. Terkadang seperti ada kata yang berulang-ulang di kepala.
Janganlah membuat judul terlalu panjang. Usahakan judul itu  sejiwa dan konsisten dengan apa yang kita tulis.

Dee menganalogikan naskah yang bagus itu bagai "jempol yang bengkak" :)

Sebelum acara berlanjut dengan beberapa pertanyaan Mbak Febri si MC-nya menyuruh para peserta buat menghadap punggung peserta lainnya dan mulai memijat .
Saling memijat antar pesserta


Setelah memberikan beberapa hal yang berkaitan dengan menulis, Dee juga menjawab beberapa peprtanyaan peserta yang bersifat pribadi, jika bersinggungan dengan hal pribadi Dee mengarakan agar membaca blognya http://www.dee-interview.blogspot.com/

Dan waktu pun berjalan dengan cepat, acara harus berakhir, Dan Dee memberi kejutan hadiah kepada peserta termuda, memberinya kaos Perahu kertas kepada Hanun. Dan pemenang Lunch denga Dee diumumkan, didapatkan oleh Mbak Ari. Sebelum acara bubbar ada signing book dan foto bareng dengan Dee.

Hari Minggu yang mnyenangkan, walau tak kuhabiskan dengan jalan-jalan dengan suami dan anakku. namun aku mendapatkan ilmu dari Dee's Coaching Clinic merupakan satu keberkahan.
Makasih Mbak Dee, Mbak Avee, Dan Bentang Pustaka .

Foto bareng Mbak Aveena




Previous
Next Post »

3 comments

Click here for comments
2 April 2015 at 07:35 ×

mbak tatit keren euy...makasih mbak sharing ilmunya...bermanfaat sekali..

Reply
avatar
Beby Rischka
admin
2 April 2015 at 11:03 ×

Wah.. Salut sama Dek Hanun :D

Reply
avatar
15 April 2015 at 11:18 ×

Mbak Tatit, ngapunten, itu yang di bawah sendiri, mbak berkaus Gelombang namanya Aveecenna. :)

Reply
avatar