Hujan

Hujan

Tetesan pertama di bulan Desember
Semoga betul-betul gedhenya sumber
Terkadang melihat airmu jauh anganku menerawang pada seseorang nun di sana
Sepi
Suaramu mengempas di antara kesunyian
Hujan
Akankah membawa manfaat atau bencana?
Satu payung tertinggal
Berganti dengan jas lapangan
Perut memberontak dan mulut ingin mengunyah
Menyambut kedatangan hujan
Dingin menghujam di antara suara nyanyian katak bersuka ria
Awal hujan membuat Pak tani riang

Di sudut ruang seorang lelaki kesepian
Hanya kopi dan majalah di tangan, menikmati hujan di luar
Ketika siluet senja menari karena curahan airmu
Lelaki itu seolah menatap sendu
Sebatang rokok di bibir tak bisa mengganti sepi
Hujan
Aku ingin menari di bawahmu
Basah tubuh tak bisa menghentikan tarianku
Semakin basah rambutku membuatku ingin menghentakkan kaki 
Menyambut kedatanganmu
Tak peduli sorot lelaki di seberang jalan
Aku hanya ingi menari ikuti irama jatuhnya airmu ke bumi
Tanah basah
Aroma yang kunanti
Hujan
Lari dan menarilah 
Walau banyak yang mengumpat karena air bahmu
Aku tetap menunggumu
Hujan
 
 

Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
Anisa Ae
admin
7 December 2015 at 13:01 ×

Di sini hujan masih timbul tenggelam. Heheh

Reply
avatar
Noe
admin
8 December 2015 at 07:50 ×

Aku jugaa, selalu menanti hujan. Karena hujan membawa rejeki, sekaligus mengingatkanku untuk segera ngerehap atap rumah yg udah banyam bocor. Haha

Reply
avatar