Menikmati Wisata Sejarah Hoofdbureau Dengan Netizen Surabaya


Museum Hidup Hoofdbureau
 Ketika ada tawaran untuk mengikuti wisata sejarah Hoofdbureau. Aku langsung daftar saja. Emang dasarnya kaki seribu suka jalan-jalan hihihihi.Kebetulan Lantip anakku habis UKK , ku ajak sekalian buat refreshing di akhir pekan. Bukan sekedar jalan-jalan lho ya, tetep ada nilai pendidikannya.Selain jalan-jalan , sepulang dari gedung atau tempat yang dituju, kita pulang dapat pengetahuan baru.
Kalau belajar menghapal lewat buku kurang nyantol, kalau diajak jalan begini lebih cepet nancep di pikiran.:)

 Biar Lantip tahu bagaimana perjuangan polisi ikut dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Dan juga biar tahu kalau polisi itu tugasnya bukan hanya jadi pengawal nguing...nguing di jalan dan suka menilang. :) Polisi itu juga manusia yang punya hati dan  suka menolong lho. Bukan anya semprit sana sini dan kacak pinggang dengan pistol di pinggang.

Para peserta wisata berkumpul di  kantor Mapolresta Surabaya Jl. Sikatan 1 Surabaya. Ini pertama kalinya saya datang ke kantor polisi Surabaya. Terakhir ke kantor polisi paling cuma mengurus SIM atau Surat Kelakuan Baik. Dulu saya tuh agak gimana gitu dengan namanya pak Polisi, dengar kata polisi yang tebersit kok tilang atau borgol. (Bolehlah Pak kau borgol hatiku kalau polisinya "Wangi" dan trendy. Langsung dipleroki Mas Bojo. :P ).

Sebelum berangkat, peserta dikumpulkan di ruangan untuk bertemu dengan Kapolrestabes, Wakapolrestabes, Kasatlantas dan beberapa staff serta jajarannya. Acara dipandu oleh MC Mbak Nancy dn Mas Siap saya lupa namanya. Sambutan pertama diberikan oleh Pak Kasatlantas Andre JW.Manuputty.Selaku ketua panitia wisata hoofdbureau, Lalu sambutan dari Kapolrestabes Surabaya Iman Sumantri. Dan sambutan dari perwakilan Netizen yaitu Mak Yuniari Nukti.

Pak Iman Sumantri mengingatkan bahwa bentengilah keluarga dengan pendidikan. Tindakan kejahatan pencabulan yang akhir-akhir marak, biasanya justru pelakunya orang-orang terdekat. Jadi keluarga merupakan bagian yang penting dalam mengontrol dan mendidik anggotanya.Para pelaku kejahatan sekarang juga banyak yang masih di bawah umur, karena kurangnya pengawasan keluarga dan pendidikan dalam keluarga tersebut. Sedangkan tugas polisi mengayomi, melindungi serta menindak kejahatan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sebelum berangkat saya sempatkan foto dengan pak Kasatlantas yang katanya Lantip Polisi "Trendy " Lihat aja tuh gayanya nggak kalah sama peragawan di catwalk kan? :)
Selfie dgn Kasatlantas Surabaya Andre JW Manuputty
  Setelah acara sambutan selesai, saatnya wisata asyiiik, ada 8 titik yang dituju yaitu Gedug RRI, Monumen Perjuangan POLRI, Gedung Wismilak, Gedung Don Bosco, Gedung St. Louis, Polsek Tegalsari, Polsek Bubutan dan Polrestabes Surabaya.


1. Gedung RRI
RRI mempeunyai peranan yang penting dalam masa perjuangan Indonesia.Saat itu radio merupakan salah satu sarana komunikasi tercepat  yang bisa menjangkau masyarakat. Saat surabaya diduduki oleh tentara sekutu, lewat RRI ini pulaha suara Bung Tomo membakar semangat arek-arek Surabaya untuk melawan sekutu.Di RRI ini, Lantip pertama kali melihat piringan hitam dan alat untuk menjalankannya. Serta ruangan pemancar maupun ruangan siaran.
Ini lho wujud piringan hitam



Alat Menjalankan Piringan hitam
Gedung RRI ini pernah terbakar habis lalu dibangun dan dipugar kembali.

2. Monumen Istimewa Polisi
Saya sering lewat daerah sini, namun baru kali ini kesampaian berkunjung ke monumen Polisi Istimewa atau biasa disebut juga Monumen Perjuangan POLRI. Monumen dibangun untuk mengenang diproklamirkannya Barisan Polisi Istimewa menjadi Polisi Republik Indonesia .Bunyi proklamasi polisi : " Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi Repoeblik Indonesia" Soerabaya, 21 Agustus 1945. Atas nama seloeroe warga Polisi, Moehammad Jasin-Inspektoer Polisi kelas I.



Saya pun jadi tahu, kenapa Muhammad Jasin dijadikan pahlawan nasional karena jasanya.

3. Gedung Wismilak
Ketika datang ke gedung ini di benakku ini adalah pabrik rokok, ternyata kami diajak ke sini karena gedung ini pernah menjadi  Kantor Kepolisian Negara Darmo, didirikan tahun 1928. Bangunan depan masih dipertahankan dan merpakan salah satu bangunan cagar budaya .Lalu ada tambahan lagi gedung di belakang.
Gedung ini dulunya merupakan gedung asrama polisi istimewa atau Takubeten Kaisatsutai dipimpin oleh polisi Muhammad Yasin.Ketika masuk di gedung ini, saya ditawari masuk ke ruangan atas dimana ada satu ruangan yang lantainya semua terbuat dari kayu jati.Di uangan lantai 1 ini perabotannya terbuat dari kayu jati bahkan tangga menuju ke bawah juga terbuat dari kayu jati.
lantai dari kayu jati
 Saat mau turun lewat tangga, saya disuruh hati-hati. Konon kabarnya di bawah tangga ini, sering ada penampakan seorang pekerja belanda yang sedang mengetik.Jadi kayak wisata dunia lain Pak. :) (hiii...bulu kudukku merinding disko)

4.Gedung Don Bosco
Gedung Don Bosco
 Lokasinya di Jl. Tidar. Dulu gedung ini merupakan salah satu tempat untuk menyipan amuisi dan senjata tentara Jepang. Saat Jepang menyerah pada sekutu, arek-arek Surabaya merebut senjata tentara Jepang dan membagikan kepada rakyat dan sebagian dikirim ke Jakarta. Di tempat ini juga terdapat bungker. Biasanya untuk sembunyi tentara Jepang dari sekutu. Namun bungker ini sekarang sudah ditutup.
gedung don Bosco sekarang sudah berubah menjadi gedung Panti asuhan. Di sini menampung kurang lebih 90-an anak usia SD-SMP. Halamannya sangat luas dan perabotnya juga sebagian masih bernuansa vintage.
Di sini pak polisi bermain sebentar dengan anak-anak dan mengenalkan rambu - ramu lalu lintas. Tuh kan ini bukti dan bukan pencitraan lho ya, kalau polisi tugasnya bukan hanya menilang pakai kertas biru atau merah jambu. (Asal jangan kau tilang hatiku ya Pak :P) Polisi pun bisa dekat dengan anak-anak.

5.Gedung St. Louis
Di gedung ini pertama kalinya polisi belajar baris berbaris. Dan di gedung inilahpada th 1943, Broederschool digunkan sebagai markas polisi istimewa yang dipimpin oleh Muhammad Yasin. Gedung St. Louis menjadi saksi bisu para pelaku sejarah kemerdekaan Indonesia di Surabaya dan di sinilah menadi cikal bakal bigade mobil ( satuan kepolisian Brimob).

6. Polsek Tegalsari
Sebenarnya ini merupakan tujuan di luar agenda, kita diajak ke polsek Tegalsari sebab di sini dulunya merupakan kantor seksi IV, juga merupakan bangunan cagar budaya yang harus dilindungi.

7. Polsek Bubutan
Jaman dulu, pemerintahan Belanda biasanya mendirikan pos polisi untuk mengawasi gerakan orang-orang yang berada di kawasan ini.Kesatuan kepolisian mempunyaiwilayah  hukum kota besar Surabaya disebut "Hoofbiro".Dan bangunan polsek Bubutan dlu merupakan pos polisi secyie 3 Soerabaia. Zaman kmerdekaan digunakan sebagai kantor polisi seksi 3.

8. Polrestabes Surabaya
Berada di Jl. Sikatan 1 dibangun tahun 1850, dulu namanya Hoofdbureau van Politie dimana dikenal masyarakat sebagai Hobiro.Saat jaman enjajahan Jepang, gedung ini dipakai sebagai markas pasukan polisi istimewa kota besar Surabaya. Dan saat ini dipakai sebagai markas Polrestabes Surabaya.
Di sini juga ada museum aktif/hidup. Museumnya buka tiap hari. Untuk masuk ke sini gratis lho. Kita bisa melihat seragam, mesin ketik, senjata dan kamera jadul yang pernah digunakan. Bila kita mau masuk ke museum tinggal lapor, nanti ada petugas yang mengantar keliling dan menjelaskan.

Sambil Ishoma, kami berbicang santai dengan polisi, di sini kami bagai kawan, tak ada jarak, saling menyapa dan bercanda. Di sinilah saya sadar, polisi tak usah ditakuti. Di balik seragam dan senjata dan kewibawaannya  ternyata mereka  juga bisa diajak bercanda. Pak, tolong selalu jaga keamanan wilayahku dengan senyumanmu bukan dengan  tilanganmu. :) Mari bersama masyarakat gandeng tangan bersama menjaga keamanan.

Setelah acara keliling, ada games cerdas cermat gitu.Untuk menguji pengetahuan setelah diberikan penjelasan selama berkeliling. Kami dibagi dalam 3 kelompok. Saya masuk kelompok kedua . Grup Muhammad Yasin. Sebelum menjawab kita disuruh membunyikan bel. Di sini bel yang digunakan kenthongan bambu, klakson tolat tolet yang biasa digunakan untuk penjual penthol atau roti keliling, lalu klonthongan sapi. Alhamdulillah tim kami menjadi juara. Saat games ini ruangan begitu heboh penuh tawa .

Acaranya seruuuu...rasa lelah tak terasa bila hati senang dan mendapat ilmu tambahan tentang kepolisian dan sosok Muhammad Yasin.Tokoh yang banyak jasanya bagi kepolisian Indonesia.

Previous
Next Post »

5 comments

Click here for comments
diarysivika
admin
5 June 2016 at 22:15 ×

wuih keren ya mba acaranya, sayang saya harus skip ke acara ini :C padahal semua tempat diatas belum pernah saya kunjungi.

Reply
avatar
Rahmah
admin
6 June 2016 at 01:54 ×

Kenangan yang tak terlupakan dalam hidup saya.

Reply
avatar
Tatit
admin
6 June 2016 at 04:06 ×

Seru, pas acara cerdas cermat ya mbak. Alhamdulillah tim kita menang. :)

Reply
avatar
Tatit
admin
6 June 2016 at 04:08 ×

Smoga lain waktu bisa keliling sendiri kemari mbak.

Reply
avatar
Vanda Arie
admin
7 June 2016 at 22:14 ×

Aku ora sempat selfie karo pak Andre mbak huhu lah sing ngantri selfie sakgambreng maklum polisi trendy :D

Reply
avatar