Belanja Dan Belajar Sayuran

Setiap Sabtu pagi atau Minggu pagi aku ajak Lantip  ke pasar dekat rumah. Terkadang juga aku ajak ke supermarket untuk belanja. Menu apa hari ini dan dua hari ke depan aku tanyakan pada kedua anakku. Daripada sudah susah payah memasak tapi nggak ada yang makan. Maka penentuan menu di akhir pekan aku pasrahkan pada mereka.

Biasanya di akhir pekan adalah saat yang tepat buat memberikan tanggung jawab kecil-kecilan dalam hal tugas rumah. Anak pertama karena sudah SMA aku suruh membantu mengepel,  merapikan tempat tidur,  juga menjemur pakaian, terkadang menguras dan mengosek kamar mandi. kalau tak banyak tugas dari sekolah.Yang kecil kebagian cuci piring. Hehehehe...tapi biasanya tugas yang ini masih bolong-bolong dengan alasan dipanggil teman-temannya main. Tapi setidaknya mereka sudah tahu kerjaan rumah dan bukan hanya duduk manis di depan TV terus seharian.

Walaupun kedua anakku laki-laki aku ingin mereka tetep belajar membersihkan rumah dimulai dari hal kecil. Dengan tahu tugas dan kewajiban di rumah bisa merasakan gimana rempongnya tugas seorang Ibu. Siapa tahu nanti bisa bermanfaat saat mereka kost atau sudah mandiri.Dan menghargai istrinya tentunya  hihihi...aamiin.

Hedew mau ngomong tentang belanja kok jadi nulis ngalor ngidul kurng fokus sih. Hahaha...maklum simbok yang terlalu banyak cerita alias ceriwis .

Oke deh back to Belanja belanji . Saat aku belanja ke supermarket atau ke pasar si krucil Lantip pasti ikut,jadi buntut cilik kopat-kapit. setiap ke pasar tradisional maupun ke supermarket rasa keingin tahuannya selalu muncul.  Melihat beraneka ragam sayuran, buah atau bumbu maupun ikan yang dipajang para pedagang membuatya ingin memegang atau bertanya ini buah apa , ini sayuran apa, ikan apa dsb.

Selama ini tahu sayuran dan bumbu dapur  hanya membaca dari buku-buku atau bermain game  masak memasak.Kalau wortel, bayam, kangkung, sawi sih alhamdulillah sudah mulai tahu.Makanya Lantip jadi takjub ketika melihat wujud  buah atau sayuran yang sebenarnya.Tertama masalah bentuk dan warna.Bukankah mengenalkan sayuran bukanh anya lewat media visual saja, ternyata langsug terjun dengan diajak belanja ke pasar mampu membuat daya keingin tahuannya teratasi.

Ada beberapa hal yang menjadi pusat perhatiannya selain macam dan bentuk sayuran dan bumbu dapur. Lantip juga memperhatikan ketika aku tawar menawar dengan pedagang.Heehehe, belajar tawar menawar ini mengingatkannya pada pelajaran matematika lho. Katanya,"Oo..mama dapat diskon berapa persen tuh?"

Dalam hal belajar macam sayuran, terutama sayuran yang asing macam buah kiwi, bit, pucuk daun labu, ginseng atau bayam merah, , okra .Lantip dapatkan saat aku belanja ke supermarket yang agak besar.

Hihihi..sambil belanja tak terasa sambil belajar. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampauilah.








Previous
Next Post »