Ramadhan ke-10

Selepas Ashar baru terbangun dari tidur siang. Terkejut ada Al-quran di sampingku. Tiba-tiba dua tangan mungil menggayut di pundakku sambil membisikkan. "Maaak, alhamdulillah aku sudah Qatam. hari ini." "Kok cepet Dik" "La kan aku lanjutin aja ngajinya yang dari kelas satu sampai sekarang (Kelas IV anakku sekarang). "Mama sdah Juz berapa hayo?"tanya Lantip meembuatku tersapu malu dan merenung.Memang selama Ramadhan ini aku hanya banyak tidur dan nonton TV daripada membaca kalam Illahi. pertanyaaan anakku cukup makjleb kena di hati. Aku peluk anakku kemudian aku disuruh balik badan sambil dipijitin Lantip menambahkan ,"makanya tho Ma ayo terus belajar baca, nggak apa-apa nggak lancar. Nanti mama baca aku simak." "Insya Allah yo Le.Tapi yen ngajari simbokmu sing sabar yo jaragan masih belajar." Sambil bercanda dan masih mijitin aku dia berujar,"Ngakunya Islam kok nggak baca Al-Quran?"Hehehehehe..sambil digelitikin punggungku.Oalah Le...le...kadang kamu lucu, kadang kamu membuatku terharu, terkadang bikin jengkel hatiku dengan segala polahmu. Tapi kali ini aku acunkann jempolku pamu. Top markosop. Tak sia -sia didikan TKIT dan SDIT mu. Simbok jadi banyak belajar padamu. Bukan orang tua yang benar, sebagai simbok jika diriku kurang dalam hal agama sepnatasnya kau ingatkan aku. Walau seharusnya simbokmu yang membimbingmu, namun kali ini sepertinya aku kalah telak dan kena tinju jadi KO. Deeez.jleb! Sepertinya aku sedang diingatkan lewat anakku ini agar aku lebih mendekatkan diri dan tak putus asa untuk belajar kalam Illahi.Otrelah kalau begitu simbok jadi muridmu setiap habis sholat lima waktu yo Le. Ajari aku panjang pendeknya biar aku segera khatam seperti dirimu. Wis pokoknya simbok hanya bisa bersyukur dan berdoa setiap selepas sholat lima waktu dan dalam sholat tahajudku agar kau jadi anak sholeh dan bermanfaat buat orang lain.
Previous
Next Post »