10 Tujuan Wisata Hits Di Kota Ternate

Pantai Sulamadaha
Akhir tahun ini, alhamdulillah Allah memberikan kesempatan Saya dan anak-anak liburan ke Ternate, Maluku Utara. Sekalian sambang Papanya anak-anak yang dipindah tugaskan per Nopember 2019 lalu. Liburan ini sebenarnya tidak kami rencanakan. Spontanitas saja pesan tiket dan kamar hotel Boulevard Ternate. Bismillah saja, Insha allah dimudahkan dan dilancarkan serta membawa kebahagiaan buat anak-anak.


Belum ada gambaran itinerary mau kemana. Budal wae sik pokoke, itinerary disusun belakangan. Berangkat dari Bandara Juanda sekitar pukul 8 Pagi naik Lion air. Walau kudu transit di manado selama 1,5 jam dan ganti pesawat Wing Air. Alhamdulillah perjalanan lancar, cuaca secerah senyum anak-anak. Sampai di Bandara Sultan Baabullah Ternate dijemput Papae anak-anak, kerinduan mereka tersirat dari ciuman tangan dan kening pada Papa e.

Selama di Ternate, ada 10 tujuan wisata yang lagi hits, Saya kunjungi :

1. Pantai Sulamadaha

Pantai Sulamadaha
Pantai Sulamadaha

Hari pertama masih gegoleran di hotel sambil menyusun itinerary. Hari kedua pagi ,tujuan ke pantai Sulamadaha. Pantainya bening dan dan asyik buat berenang. Untuk masuk ke pantai ini, kami berempat termasuk parkir mobil , biayanya Rp 20.000,00.

Sambil menunggu anak-anak bermain air, Saya pesan es kelapa muda dan pisang bebek cocol sambal tomat.Pisang bebek maksudnya pisang tanduk yang diiris tipis -tipis lalu digoreng dan dimakannya pakai sambel.

Pisang bebek cocol sambal

 Lokasinya di Sulamadaha,Kelurahan Takome , Pulau Ternate, Kota Ternate Maluku Utara.

2. Danau Tolire

Danau Tolire Besar di Ternate
Danau Tolire
Danau Tolire ada dua, danau Tolire kecil di dekat pantai dan Danau Tolire besar di kaki Gunung Gamalama. Di sini tempatnya sejuk. Saat masuk hanya bayar 10 ribu saja buat parkir  mobil.


Menurut cerita penjual es kelapa muda, ada mitos di danau ini. Katanya di danau Tolire ada penunggunya yaitu buaya putih. Konon kabarnya dulu ada cinta terlarang antara Bapak dan anak di desa Soela Takomi. Karena hbungan cinta terlarang ini maka seluruh desa dikutuk dengan ditenggelamkan semuanya. Dan si Bapak dikutuk menjadi buaya putih  menjadi penunggu danau Tolire.
Saat memasuki area danau Tolire ada penjual batu, satu kresek putih dijual Rp 5000,00. Berisi sekitar 8 batu. Kata penjua, di sii ada tradisi melempar batu di Danau. Sejauh apa pun kita melempar, batu tak akan sampai ke tengah dan memercikkan air danau.

Saya dan anak-anak pun membuktikannya, batu Saya lempar sekuat tenaga namun tak kelihatan cipratan airnya. Mungkinkah karena dalamnya danau jadi belum sampai ke tengah sudah jatuh di pinggir entahlah. Biarlah jadi misteri.


3. Batu Angus

Obyek Wisata Batu angus Ternate
Batu Angus Ternate

Batu Angus Ternate





Masuk di tempat ini, terhampur batuan berwarna hitam pekat dari jalan menuju pantai. Mereka betebaran dan membuat pemandangan jadi indah. Batu Angus merupakan sisa letusan  Gunung Gamalama sejak 1673. Lahar yang keluar dari Gunung Gamalama bertemu dengan air laut kemudian mengering dan mengeras. Di sini kami hanya foto-foto sebentar saja karena sudah terlalu siang dan anak-anak mulai lapar. 


Masuk ke Batu Angus biayanya Rp 20.000,00 untuk mobil sedangkan motor hanya Rp 5000,00.
Ingat ya kalau mampir ke Batu Angus ini lebih baik bawa makanan atau minuman sendiri. Karena di sini tidak ada orang yang berjualan.

4. Danau Ngade





Danau Ngade Ternate
Danau Ngade

Danau Ngade atau sering juga disebut Danau Laguna. Lantip ingin ke Danau Ngade karena penasaran dengan Gambar di uang seribu rupiah dengan latar belakang Pulau Tidore dan Pulau Maitara.  Berbekal google Map maka sampai juga di Danau Ngade tepatnya di desa Ngade Kalurahan Fitu kota Ternate. Wealah ternyata tempatya dekat dengan kostnya Bapak e anak-anak. Emang cukup tinggi juga. Arah ke Darat bukan arah ke Laut.

Gara-gara mencari lokasi ini dan bertanya dengan masyarakat lokal jadi agak paham bahasa lokal Tenate, kalau ke kota itu menyebutnya ke Laut. Kalau arah ke Gunung Gamalama rumahnya maka mereka akan menyebutnya ke Darat. Kayanya negeriku dengan berbagai bahasa daerahnya.

Di danau Ngade ada 3 spot foto yang bisa digunakan, di jembatan, Ayunan, dan kursi . Semuanya dengan latar belakang Danau Ngade nan cantik dan lautan serta Pulau Maitara dan Pulau Tidore.

Untuk tiap spot foto dikenakan biaya  Rp 5000,00. Parkir mobil Rp 10.000,00. Di sini juga ada warung, menyediakan es kelapa muda gula merah atau sirup, pisang bebek cocolan sambal.
Sayang waktu Saya kemari saat Adzan luhur, belum ada mushollanya. Akhirnya Saya pun mencari masjid terdekat buat sholat.
Tarif Foto dan  parkir di Danau Ngade
Tarif Foto dan Parkir di Danau Laguna

Pemandangan di danau Ngade ini sangat bagus. melihat warna hijaunya danau kontras dengan birunya laut di belakang. spot favorit buat foto saat ini dan lagi hits di Ternate di danau Ngade, naik ayunan latar belakang danau, laut serta pulau Maitara dan Tidore.

5. Benteng Talukko

Benteng talukko Ternate
Benteng Talukko
 Benteng Talukko merupakan salah satu peninggalan Portugis. Terletak di desa Dufa-Dufa, dari Kesultanan Ternate kalau naik mobil sekitar 10 menit saja. benteng ini letaknya menjorok ke laut dengan latar belakang Pulau Halmahera, Pulau Maitara dan Tidore. Tiket masuk ke Benteng Talluko Rp 20.000,00 termasuk parkir mobil. Kalau sepi tidak ada penjaga, tinggal ketuk pintu rumah di depan Benteng Talukko saja. Maka Ibu setengah baya akan keluar dan mempersilakan kita masuk setelah bayar tiket.

Benteng Talukko sering juga disebut Benteng Santo Lucas. Dibangun pada tahun 1540 kemudian direnovasi pemerintah Hindia belanda 1610. Benteng Talukko dipugar kembali dan jadi destinasi wisata pada tahun 1997 oleh Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro


6. Kesultanan Ternate

Kesultanan Ternate
kesultanan Ternate
Dari Benteng Talukko selanjutnya ke Kesultanan Ternate, tapi sebelumnya mmapir dulu jemput Bapake anak-anak yang selesai ngajar worshop di Departemen kesehatan Ternate. Masuk ke Kesultanan Ternate lewat pendopo, nanti ada pettugas yang akan menemani dan menjelaskan saat masuk ke Kesultanan Ternate.

Hari Minggu sebenarnya kami sudah kemari namun dilarang masuk karena mau ada acara adat malam harinya. Makanya Saya kembali ke sini dengan anak-anak, sebenarnya tujuan utama ingin melihat mahkota Sultan yang sangat terkenal itu. Menurut kabar Mahkotanya selalu tumbuh rambut. Dan setiap Idul Adha selalu ada acara ritual pemotongan rambut di mahkota Sultan tersebut.
 Sayangnya mahkotanya tak boleh dikeluarkan dan disimpan di ruangan khusus. Saya hanya puas melihat Mahkota Sultan dari lukisan yang ditempel di dinding.

Memasuki ruangan tengah Kesultanan, aroma pandan menguar ke seluruh ruangan. Di sini terdapat meja makan besar berlapis taplak meja putih yang ditaburi irisan daun pandan. Oalah ini tho sumber dari aroma tadi.

Puas mengelililingi kesultanan dan foto-foto Saya pun pamit mundur. Sama petugas, disuruh menaruh uang ala kadarnya di mangkok kuningan ditutup kain putih.
Nanti akan Saya tuliskan sendiri apa saja koleksi barang yang terdapat di Kesultanan Ternate.


7.Pantai Jikomalamo

Pantai Jikomalamo
Pantai Jikomalamo

  Pantai Jikomalamo dekat dengan Pantai Sulamadaha. Pantainya bening dan batu karang terlihat jelas dari atas. Anak-anak sudah tak sabar ingin segera main air dan menikmati kebeningan air laut dan kumpulan ikan karang di Pantai Jikomalamo.  Rasanya ingin ikutan njebur dengan anak-anak. Tapi lupa nggak bawa ganti. 

Tempatnya berada di ceruk atau tikungan. Pantai di sini masih asli dan belum ramai hanya masyarakat lokal terlihat menikmati beningnya air dengan berenang dan snorkeling. Bermain pasir dan menikmati kelapa muda gula merah dan pisang bebek cocol sambel. Saya pikir di sini ada tempat persewaan alat snorkeling, ternyata tidak ada. Hanya persewaan ban karet buat berenang. harga sewa ban Rp 10.000,00 bisa memakai sepuasnya. Jadi kalau mau menikmati indahnya kehidupan biota bawah laut yang sembunyi di karang, Saya sarankan bawa alat snorkeling sendiri dari rumah.

 Anak-anak dan saya hanya puas memandang kehidupan karang dan ikan-ikan hanya dari atas Warung saja.

Sebenarnya ada yang pasir putih, tapi Saya dan anak-anak memilih yang sebelah, karena menuju ke pantai Jikomalamo yang berpasir putih kudu jalan naik bukit dan turun kembali, Anak-anak melihat Simboke pakai Abaya jadi nggak tega.

Anak-anak sampai menjelang sore rasanya tak mau beranjak bermain dari Pantai Jikomalamo, namun perut sudah mulai keroncongan  bermain air dan menikmati indahnya terumbu karang Jikomalamo saya sudahi.


 8. Menikmati Sunrise di Taman Nukila Ternate

Sunrise Di Taman Nukila Ternate
Sunrise Di Taman Nukila Ternate
 Ketika sampai d Ternate jangan lewatkan menikmati Sunrise atau sunset di tepi laut. Berhubung tempat menginap dekat dengan Taman Nukila Ternate, jalan kaki sekitar 5 menit sudah sampai . Menikmati Sunrise di Taman Nukila Ternate paling enak  sekitar pukul 06:20 WIT. Taman baru disapu oleh petugas kebersihan dan lampu taman sebagian masih menyala. Kalau hari Minggu pagi, d Taman Nukila Ternate ini sangat ramai penduduk menikmati fasilitas taman seperti Ayunan, Prosotan atau jungkat jungkit. Bahkan ada senam pagi lho.

Pagi hari Saya melesat sendirian berjalan kaki menikmati sepi dan suara deburan ombak di Taman Nukila sambil melihat sunrise. Subhanallah, Ya Allah Saya hanya makhluk kecil yang tak berdaya di tanganMu. Menikmati kenikmatan sunrise, suara deburan ombak, percakapan dengan logat lokal yang sedikit Saya mengerti. Melihat kapal menurunkan hasil tangkapannya semalam buat dibawa ke pasar. Maka nikmat Allah mana Yang Kau dustakan?

9.Naik Speed Boat Ternate-Tidore

Naik Speed Boat
  Karena anak-anak belum pernah naik speed boat menyebrang lautan. Mumpung di Ternate, Saya memilih menyeberang ke Pulau Tidore. Penyeberangan ke Pulau Tidore ada 2 transportasi menuju ke sana naik Fery atau speed boat melalui pelabuhan Bastiong. Jadwal penyeberangan naik Ferry tertentu kalau pagi sekitar jam 10 pagi, kemudian siang dan sore hari. Tapi kalau naik speed boat tiap 15 menit, menunggu penumpang penuh maka akan segera menyeberang. Ongkos menyeberang menggunakan speed boat per orang Rp 10.000,00. Satu speed boat berisi sekitar 12 orang . Kalau pas ombak agak besar, speed boat hanya berisi sekitar 7-8 orang.

Kalau ingin menyebrang pas tidak ada ombak besar, menyeberanglah saat pagi hari. Kalau sudah sampai Pulau Tidore, jika ada yang menawarkan sewa mobil buat keliling kota Tidore, kalau tidak berminat jawablah dengan sopan. Berhubung niatnya hanya menikmati penyebrangan naik speed boat, maka Saya dan anak-anak langsung ikut antri speed boat yang mau ke Ternate. Langsung bayar kepada pengelola saja dengan uang pas. 
Kalau dari Ternate, pembayarannya setelah kita sampai di Pelabuhan Tidore.


10. Pasar Higienis Ternate

Calang Fufu Pasar Higienis
Cakalang fufu Di Pasar Higienis

Sebagai emak-emak penggemar Pasar, maka blusukan ke pasar, tempat yang tak lupa aku kunjungi. Selalu ada yang beda ketika masuk ke pasar daerah lainnya. Entah cara penjualannya atau jenis sayuran dan barang serta kue tradisional.
Di pasar Higienis Ternate terkenal dengan cakalang fufu asapnya. Maksud hati ingin membawa buat oleh-oleh apa daya tas ransel sudah penuh dengan baju kotor. Maka hanya beli kenari 3 tempat. Kenari di sini cukup melimpah dan murah . Satu tempat kaleng susu Rp 20.000,00.


Kenari di Pasar Higienis
Kenari

Jajanannya juga macam-macam seperti nasi jaha alias lemang terbuat dari ketan dan santan dibakar dengan bambu,kue babengka,  roti kenari, sagu bakar gula merah, sagu mentah bahan papeda,  sagu dari singkong(lempeng), embal 9teruat dari parutan sigkong), ikan laut yang masih segar: kakap, baronang dll.

Kalau malam hari, parkiran Pasar Higienis digunakan sebagai penjual kaki lima menjajakan aneka ikan bakar. Ikannya fresh semua ada yang potongan kecil ikan kakap Rp 30.000,00
Kerapu utu dan kakap merah utuh harganya Rp 140.000,00
Ikan bakar pasar Higienis malam hari

 Makan ikan bakar di parkiran pasar Higienis, salah satu sensasi yang tak terlupakan. Apalagi rasa ikannya enak dan fresh banget. Kita bisa memilih ikan bakar bumbu pedas atau tidak. Sambal ada 2 pilihan dabu-dabu dan sambal tomat. Makan di sini, nasinya free ya bisa nambah-nambah.

Itulah 10 tujuan wisata Ternate yang Saya eksplore, liburan akhir tahun kemarin. Doakan ya Saya bisa berkumpul dengan suami di Ternate, dimudahkan dan dilancarkan selama beliau dinas di sana. Dijauhkan dari segala godaan dunia. Permisi tabik, semoga Saya bisa kembali di Ternate dalam keadaan sehat dan bahagia. Jadi bisa bagi cerita di blog ini lagi.😄
Previous
Next Post »

3 comments

Click here for comments
Eko Nurhuda
admin
10 January 2020 at 17:59 ×

Waaaah, dari sekian ini saya cuma pernah ke Tolukko, Taman Boki Nukila, sama naik speedboat. Entah, kok belum tertarik sama yang lain. Tiga kali ke sana durasinya cuma sebentar-sebentar, soalnya sekalian mampir saja, destinasi utama selalu bukan Ternate. Masih pengen ke sana lagi dan memang dikhususkan buat ke Ternate, bukan lagi transit atau sekalian jalan.

Btw, itu tanggung sekali sudah sampe Tidore nggak muter, Mbak. Di Tidore semua destinasinya masih gratis. Dari dermaga ke Soasio (Soasio-nya Tidore) tinggal naik angkot di terminal depan dermaga, kalau belum naik ongkosnya 15rb. Bisa ke Kadato Kie, dua benteng dekat Kadato, juga nongki-nongki di Tugulufa (Falajawa-nya Tidore).

NGomong-ngomong, saya yang belum keturutan juga ngajak anak-istri ke sana nih. Semoga nanti ada rejeki dan kesempatannya.

Reply
avatar
Tatit
admin
12 January 2020 at 13:58 ×

Aamiin mas.smoga keturutan ke Ternate sama anak dan istri

Reply
avatar
duniamasak
admin
21 January 2020 at 10:21 ×

penasaran banget pengen ke Danau Tolire, semoga suatu saat nanti bisa kesana ya :D amin

Reply
avatar