Teruntuk Lelaki Hebatku


 

Teruntuk lelaki hebatku yang terlahir 24 tahun lalu. Anakku, saat mengetik ini di antara temaram lampu emergency karena mati lampu. Ku lihat lelapmu. Dengkurmu seakan nyanyian malam menemani  Mama dalam keremangan.

Sambil mengenang masa kecilmu, gigi hitam penuh keceriaan. selalu menyanyi lagu Didi kempot, " Stasiun Balapan "dalam setiap perjalanan. Pernah masuk Rumah Sakit karena kurang gizi saat usiamu 2 tahun. Berbanding terbalik dengan tubuhmu kini,  bobot 100 kg lebih.

Sepucuk surat ini ku tuliskan padamu lelaki hebatku. Lelaki menuju dewasa, walau dulunya selalu  manja dan anak mama. Lelaki hebatku, terima kasih semua perhatian dan kasih sayangmu selama ini.

Maafkan Mama, karena kecerewetan dan bentakan serta kegalakanku padamu . Cerewetku padamu demi kebaikan dan caraku memberi perhatian. Nak, hidup itu berjuang bukan hanya berpangku tangan.

Asaku padamu dulu terlalu tinggi, namun kini sudah mereda. Bukan nilai dan lulus sarjana, namun jadilah lelaki sholeh, penuh tanggung jawab, perhatian dan sayang istri serta keluarga.

Lelaki hebatku, pernah Aku mematahkan harapan padamu, seiring kecewa hati Mama karena tak kau lanjutkan kuliahmu. Saat itu bagai terombang - ambing di kapal dengan gelombang besar. Ketika selalu ada pertanyaan, " Kuliah dimana putranya atau sudah lulus belum"

Hati Mama bagai teriris dengan pertanyaan itu, tapi aku tahu, setiap anak mempunyai kesuksesan sendiri. Entah dari jalur akademisi atau jalur ketrampilan.

Baca :Hening Sendiri

Lelaki hebatku, saat ada pertanyaan kuliahmu. Kau dengan tegas menjawab tanpa malu. Bahwa sudah tak kuliah, cari uang jadi ojek online sambil memikirkan mau kemana nantinya. Yang penting dapat mandiri dengan hasil jerih payah ojekmu, tanpa minta uang bensin ke orang tua.

2 tahun kau jalani sebagai tukang ojek online, semakin membuatmu bertumbuh dan dewasa dalam mengambil keputusan. Pada akhirnya Kau lelah di jalanan, dan ingin lanjut pendidikan walau hanya 1 tahun. 

Kau putuskan sekolah perhotelan dan sekarang sedang magang.

Nak, teruslah berjuang. Karena hidup tak selamanya senang. Selalu ada sedih dan bahagia. Ada ritme kehidupan naik dan turun. Jalanan sudah menempamu. Mama harapkan semakin mendewasakanmu .

Pesan Mama di umurmu sekarang, bolehlah kau pedekate dengan wanita. Tapi bertanggug jawablah pada wanitamu. Ah, masih Mama ingat ketika Ku ajukan pertanyaan," Sudah punya cewek?" Jawabmu sambil tertawa lepas, " Belum. Mau dikasih apa ntar cewekku. Kerjaan pasti belum dapat. Belum mikir sekarang."

Kriteria wanita yang selalu kamu idamkan mau menemani di saat senang, dan diajak jajan penthol Kabul 5000 sudah kenyang. Ahahahaha.. ingin Ku tertawa dengan candamu.

Ingat ya, ketika kau menentukan wanitamu. Carilah yang sholeh, baik agamanya dan mau diajak kerjasama. Ketika kau sudah menemukan wanitamu, jagalah wanitamu seperti kau memberikan perhatian dan sayangmu pada Mama. Namun jangan lupakan Mama Mu.

Bantulah pekerjaan rumah tangga seperti kau membantu Mama dengan mengepel, cuci piring dan mencuci baju serta pekerjaan rumah tangga lainnya.

Istrimu adalah partnermu bukan pembantu, sayangilah dia serta setialah hingga akhir hayat. Jangan pernah menyakiti walau dengan verbal apalagi menduakannya . Ketika kau puber kedua, jangan melupakan istrimu dan berpaling pada wanita lain.

Harta, Tahta dan wanita merupakan salah satu silaunya dunia, anakku.Jangan perna tergelintir akan ketiga hal itu. Sebagai lelaki hebat tumpuan harapan keluarga, jadilah teladan baik buat adikmu. Rukunlah selalu dengan adikmu. 

Nak terima kasih atas kebahagiaan yang kau berikan akhir-akhir ini. Selama magang selalu membawakan makan, selepas pulang kerja. Harapan Mama, kau pun akan demikian jika sudah berkeluarga . Di saat peluh lelahmu selalu ingat keluarga di rumah.

Maafkan Mama, belum maksimal dalam mendidik dan menemanimu. Jadilah anak mandiri, sholeh, selalu ingat Allah, jangan lupakan sholat 5 waktumu dan Alquran.

Lelaki hebatku, cukup sudah surat ini Ku tuliskan untukmu. Teruslah berjuang, jangan malas, dan jadilah imam yang baik buat keluargamu kelak. Bijaklah dalam mengambil keputusan. Selalu rukun dengan adikmu, bermanfaat buat sesama, pilahlah hal yang baik buatmu . Jauhi laranganNYA, carilah solusi kala kau temukan masalah, hadapilah bukan lari dari masalah. Pakailah slogan Pegadaian, " Mengatasi masalah tanpa masalah ."

Selesaikan dan tuntaskan apa yang sudah kau mulai. Dan berkomitmenlah dengan apa yang telah kau putuskan dan lakukan.

Sudah ya Nak, teriring doa untuk kesuksesan dunia dan akhiratmu. Semoga segera mendapatkan pekerjaan tetap.Dimudahkan dan dilancarkan segala urusanmu, dilimpahkan rejeki serta selalu sehat .

Selamat ulang tahun lelaki hebatnya Mama.

With Love

Mama

22 Nopember 2020(10 Hari selepas ultahmu 12-11-2020)


Previous
Next Post »

1 comments:

Click here for comments
Swastikha
admin
28 November 2020 at 06:32 ×

semoga dijabah semua doa-doanya mba. amin

Congrats bro Swastikha you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar